Jumat, 05 Agustus 2011

Multivitamin Tidak Mengurangi Risiko Penyakit Pada Perokok

Para perokok percaya dengan mengonsumsi multivitamin bisa mengurangi risiko buruk kesehatan dari rokok. Tapi peneliti mengungkapkan bahwa hal itu hanya akan memberikan rasa aman palsu bagi perokok.

Studi menemukan para perokok kerap merasa aman jika ia mengonsumsi multivitamin untuk memperbaiki kesehatannya. Padahal hal itu tidak mengurangi risiko buruk dari rokok, tapi justru membuat dirinya merokok lebih banyak karena merasa tubuhnya sudah terlindungi oleh multivitamin.

Tumpas Kanker dengan Sel Kekebalan Tubuh Sendiri



Kanker diketahui sebagai salah satu jenis penyakit yang memerlukan banyak pengobatan dan susah untuk disembuhkan total. Kini penelitian terbaru menemukan sel kanker bisa dibasmi dengan sel kekebalan tubuh sendiri.

Salah satu upaya terbaru untuk meningkatkan pertahanan tubuh terhadap kanker disebut adoptive cell transfer, di mana pasien mendapat terapi suntikan sel kekebalan tubuh mereka sendiri, seperti dilansir epharmapedia, Kamis (4/8/2011).

Suplemen Selenium Bisa Lawan Kolesterol?

Kolesterol sudah menjadi momok bagi banyak orang karena menjadi penyebab dari banyak penyakit berbahaya seperti jantung dan stroke. Penelitian baru menunjukkan bahwa suplemen selenium dapat melawan kolesterol. Benarkah?

Sebuah penelitian baru di Inggris mengungkapkan bahwa dosis harian antioksidan selenium tidak dapat digunakan untuk mengubah kadar kolesterol buruk (LDL), tetapi mungkin sebenarnya dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Kenapa Ada Orang yang Tidak Memiliki Sidik Jari?

Setiap orang seharusnya memiliki sidik jari yang bisa menjadi lambang identitasnya. Tapi beberapa orang diketahui tidak memiliki sidik jari. Apa penyebabnya?

Para ilmuwan percaya bahwa orang-orang yang diketahui tidak memiliki sidik jari disebabkan oleh adanya cacat genetik yang langka. Sidik jari merupakan perwujudan dari bahasa rahim yang terbentuk sejak janin berusia 6 bulan. Saat usia tersebut janin sudah punya ciri khas di ujung jarinya.

Sperma Buatan dari Jepang Berhasil Buahi Sel Telur



Setelah bertahun-tahun, riset sperma buatan dari stem cell atau sel punca akhirnya membuahkan hasil. Dalam eksperimen terbaru, sperma buatan para ilmuwan Jepang tersebut sukses membuahi sel telur dan menghasilkan keturunan yang sehat.

Hasil eksperimen ini memberi harapan baru bagi para pria yang punya masalah dengan kesuburan. Diperkirakan 1 dari 6 pasangan susah memiliki keturunan karena dari pihak prianya tidak mampu menghasilkan bibit sperma yang unggul dalam hal kualitas maupun kuantitas.